Pada jam 06.36 WIB masyarakat di desa klinter, kecamatan kejayan, kabupaten pasuruan banyak berbondong-bondong melihat fenomena alam yang ada 360 tahun sekali di titik yang sama yang kebetulan melewati indonesia dalam berbagai cara untuk melihat fenomena alam itu terjadi mulai yang pertama dengan menumpuk kacamata jadi beberapa lapis sampai menumpuk kacamata jadi 3 yang sejajar karena di daerah pedesaan sulit akan sulit peralatan canggih jadi masyarakat berinisiatif sendiri pada jam 07.02 WIB masyarakat desa klinter memperingati fenomena alam tersebut dengan melakukan sholat gerhana (khusyufus syamsy) dengan antusias karena masyarakat desa klinter adalah masyarakat yang keimanan yang tinggi dan religiusnya begitu kental dengan adanya fenomena tersebut masyarakat begitu berantusias,
Beberapa menit sebelum melakukan sholat masyarakat berkumpul semua di masjid baiturrahman, ada beberapa warga yang kelihatannya berinisiatif untuk melihat gerhana matahari tersebut dengan kotak amal dari masjid tersebut, kebetulan kotak amal tersebut terbuat dari kaca hitam yang tembus dan berbentuk kubus. Warga disana melihat gerhana tersebut dengan mengarahkan kotak amal tersebut ke-arah matahari dan terbukti lumayan ampuh untuk melihat matahari dengan kotak amal tersebut karena kalau kita lihat langsung dengan mata telanjang itu bisa membuat mata sakit jadi warga disana membuat kotak amal tersebut sebagai filter agar sinar matahari yang datang itu tidak langsung kemata dengan melewati kotak amal yang berkaca tersebut.
Bagi warga disana dengan adat dan
budaya disana sakat kental kata orang tua disana jangan bermain atau keluar
terlalu jauh karena takut dimakan buto ijo, itulah kegiatan atan aktifitas dari
desa klinter kecamatan kejayan kabupaten pasuruan.



